J A M

Jumat, 26 September 2008

ANDO ANAK CERDIK

Sejak kecil kata ayahnya, Ando pandai dan cerdik sekali. Banyak pertanyaan yang ditanyakan ke ayah ibunya membuat keduanya keheranan. Sewaktu kelas 1 SD Ando sudah bisa menghafal beberapa nama presiden dari beberapa negara lain , juga hafal nama menteri-menteri Kabinet Republik Indonesia.
Ando disenangi oleh teman-temannya, tidak saja karena pandai bicara tetapi juga suka menolong. Sekarang ia duduk di kelas 6 SD.
“ Ndo, kamu kok pandai sekali, bagaimana caranya ? “, tanya Tina teman sekelasnya.
“ Ah, biasa saja, rajin belajar, berpikir dan tidak malu bertanya kalau tidak mengerti ! “.
“ Aku juga pernah begitu, tapi kok tidak bisa seperti kamu ! “, kata Iwan juga teman sekelasnya.
“ Mungkin belum saja, nanti lama-lama juga bisa ! “.
Ada juga teman-teman yang sengaja menguji, mau tahu kecerdikannya. Namun Ando selalu bisa dan tidak pernah marah. “ Mengapa kelereng bulat dan dadu selalu persegi empat ? “, tanya Amir ingin menguji.
Ando tidak segera menjawab hanya tersenyum saja, sebab tahu kalau temannya ingin menguji. “ Kalau kelereng segi empat, siapa yang bisa main, sulit bukan ? Karena kelerengnya tidak bisa menggelinding. Sedang dadu kalau bulat, lantas titik-titik yang menunjukkan angka diletakkan dimana ? “, jawabnya tenang. Ando selalu bisa memberikan jawaban, sehingga membuat mereka percaya dan puas.
“ Ndo, Ando …… kemari sebentar nak. Ibu mau minta tolong, cepat sedikit ya ! “.
“ Ada apa bu ? “, ia segera menghampiri ibu yang sedang mencuci piring dan gelas kotor.
Ibu menunjukkan sepasang gelas yang lengket, tapi beliau tidak bisa memisahkannya.
“ Bu, apa gelas-gelas ini tahan panas ? “.
“ Itu gelas jenis Pyrex, jadi tahan panas dan tidak mudah pecah ! “, jawab ibu, tapi tidak mengerti maksud Ando.
“ Gampang bu, Ando bisa, ada dua cara ! “, sambil mengambil termos air panas.
Ando melakukan dengan prinsip ilmu alam. Bila suatu benda padat dipanaskan maka benda tersebut akan memuai atau mengembang. Lalu kedua gelas itu diletakkan dalam rantang dan direndam dengan air panas. Bila cara itu tidak berhasil maka dengan cara kedua. Yaitu memakai air sabun sebanyak mungkin. Diantara kedua gelas yang lengket itu dimasukkan air sabun. Kemudian kedua gelas itu diputar secara perlahan saling berlawanan arah. Gelas atas diputar kearah kanan dan gelas dibawah diputar kearah kiri atau sebaliknya. Ternyata cara pertama berhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama kedua gelas itu sudah terpisah.
“ Mengapa orang bisa gembira dan sedih ? “, tanya Amir, rupanya ia belum puas menguji.
“ Kamu ini bertanya karena tidak tahu atau ngetes ? Tidak baik menguji orang lain “, tegur Ando.
“ Tidak Ndo. Sungguh, aku heran saja “, jawab Amir mengelak.
“ Baiklah, orang bisa gembira karena mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Misalnya Amir ingin sekali sepatu baru, lalu ayahnya membelikan, tentu gembira kan ? “. “ Orang bisa sedih, karena tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Misalnya Amir ingin sekali bermain bersama teman-temannya, tapi dilarang ibunya, tentu sedih, bahkan bisa menangis.
Iya kan Mir ? “.
“ Ah, tidak, mengapa harus menangis ? “, jawab Amir malu. Dalam hatinya berjanji, tidak akan menguji Ando lagi. Karena percuma saja, Ando selalu bisa menjawab dengan baik.
“ Ndo, apa sih yang kamu tidak bisa, kok semua serba bisa, aku heran ? “, tanya Tina yang selalu penasaran.
“ Aku manusia biasa seperti kamu, jadi jelas ada yang tidak bisa, jangan salah mengerti. Aku bukan superman, ada yang aku tidak bisa. Mau tahu ? “.
“ Iya, dong, apa itu Ndo ? “, tanya Tina lagi. Ando tidak segera menjawab pertanyaan Tina. Ia sebenarnya geli sendiri, jadi tersenyum-senyum saja. Ando merasa khawatir nanti disangka mengejek.
“ Ayo Ndo, apa itu ? “, desak Tina. “ Ditanya serius malah senyum-senyum saja kayak boneka “.
“ Iya Ndo, apa sih ? “, yang lain ikut mendesak.
“ Aku tidak bisa pakai rok seperti Tina “, jawab Ando. Maka dengan seketika meledaklah tawa teman-teman yang lain. Tentu saja Tina jadi cemberut karena kesal. Tapi ia tidak marah dan tak urung ia ikut tersenyum juga. “ Baiklah aku jelaskan. Ini serius, dengarkan ya Tina “, ujar Ando.
“ Aku anak laki-laki. Tina anak perempuan. Anak perempuan bisa pakai celana panjang atau celana jeans, sedangkan anak laki-laki mana bisa pakai rok, jadi jelas kan ! “.
Ha … ha … ha … Tina dan teman-teman yang lain tertawa mendengar jawaban Ando.
“ Kalau dipikir-pikir benar juga sih jawabanmu, Ndo.
“ Kamu memang bisa aja “, sahut Tina kembali tertawa.


Karya : Tungky
Desember 2000

Diatas adalah salah satu cerpen ku lain yang sudah dimuat di-majalah iptek anak ORBIT pada edisi No 1.Thn IV – Januari 2002 atau 2 tahun kemudian setelah aku ciptakan cerpen tersebut. Dimuat karena berbau iptek, inilah ciri majalah iptek anak ORBIT, untuk cerpen-cerpen-nya.
Sayangnya aku tidak bisa dapatkan email nya lagi, padahal masih ada beberapa karya ku yang ber-thema-kan iptek ………

Tidak ada komentar:

Maukah Memberi Saran ?

Ada kesalahan di dalam gadget ini