J A M

Rabu, 01 Oktober 2008

JADI ORANG TERKENAL

Semula Bondi hanya suka bercerita atau mendongeng saja. Ia tidak pernah tahu bakat itu berasal dari siapa ? Setiap bercerita bisa keluar begitu saja dari mulutnya dan selalu punya ide untuk mendongeng.

Mengapa kamu tidak coba kirim karyamu ke majalah anak ? “, tanya ibu suatu ketika.

Siapa tahu diterima dan kamu akan mendapat honor ! “.

Selain bisa ditabung, kan bisa untuk membeli alat tulis ! “. Bondi hanya diam saja, tapi menyetujui ucapan ibu.

Sedikit demi sedikit karangannya ada yang diterbitkan oleh beberapa majalah anak terkenal. Bahkan sudah ada beberapa yang diterbitkan dalam bentuk buku cerita bersambung anak-anak.

Sekarang ia sudah menjadi salah seorang penulis cerita anak yang terkenal.

Hei, itu kan Bondi, ayo kita minta tanda tangan yuk ! “, teriak seorang anak pada kelompok teman-temannya.

Mereka segera berhamburan mengerumuni Bondi. Saat itu ia baru saja keluar dari sebuah toko buku. Dia melayani seluruh anak-anak dengan ramah, walau agak repot juga. Boleh dikata, dimana saja, kapan saja selalu diserbu para penggemar.

“ Bu, ternyata jadi orang terkenal susah juga ya ! “.

“ Ahtidak juga, tergantung bagaimana kamu menyikapinya ! “, jawab ibu bijaksana.

Benar juga ya bu ! “.Tapi lebih enak jadi Anya ! “.

Lhokok bisa begitu ? “, tanya ibu tidak mengerti.

Menurut Bondi, Anya adiknya lebih bebas kemana saja tanpa dikerumuni para penggemar. Mau berenang bebas, mau jalan-jalan ke mall bisa santai. Makan di restoran pun tidak menjadi perhatian orang-orang. Ibu hanya tertawa saja.

Kalau disuruh memilih mau nggak ? “, tanya ibu.Maksudnya bagaimana bu, aku tidak mengerti ? “.

Bondi mau jadi terkenal atau biasa-biasa saja seperti Anya ? “. Ia tidak segera menjawab, hanya termangu saja. Sebelum terkenal Bondi ingin sekali semua karyanya dapat berguna untuk anak-anak. Tidak pernah menyangka jadi terkenal. Sekarang ia bisa disebut sebagai jutawan cilik.

Tapi kalau biasa-biasa saja, tentu tidak bisa beli buku yang banyak, beli mainan juga menabung, pikirnya. “ Ahentahlah bu, aku tidak tahu, bingung nih ! “.

Pada suatu ketika Bondi mengajak ayah, ibu dan Anya berlibur ke suatu tempat yang agak terpencil. Tentu akan menyenangkan dan asyik suasananya.

Kembali ke alam asli, Back to Nature, begitu kata Bondi. Siapa tahu dapat ide menulis cerita untuk karangan yang baru kelak. Selain itu ia tidak ingin dikenali oleh siapa pun juga.

Setelah segala persiapan terpenuhi, maka dipilihlah sebuah pulau yang terletak di sebelah Utara tempat pulau tinggal mereka. Suasana alam daerah yang dikunjungi masih asli dan cukup sepi. Penduduknya ramah dan juga tidak terlalu padat. Hanya ada satu hiburan di kota kecil itu, yaitu panggung boneka. Pemiliknya orang yang terkaya disana.

“ Yah, Bu, kita nonton panggung boneka yuk ! “, pinta Anya.

Iya, semua ceritanya berasal dari daerah sekitar pasti bagus ! “, tambah Bondi.

Ketika sampai di gedung yang sederhana itu, ternyata penonton sedikit sekali. Tiba-tiba Bondi dihampiri seorang anak laki-laki sebayanya. “ Ahternyata ditempat terpencil ini masih ada juga yang mengenaliku ! “. Namun ia merasa bangga, karena hasil karyanya dibaca oleh anak-anak di daerah ini.

Selamat datang, terima kasih sudah mau datang kesini ! “, sambut anak laki-laki itu ramah seraya menjabat tangan Bondi erat-erat.Terima kasih juga ! “, jawabnya kagum atas keramahan anak itu.Aku tidak kenal kamu, tapi pasti bukan penduduk disini kan ? ‘.

Arga, demikian nama anak laki-laki itu. Ia ingin sekali menonton cerita anak yang akan dipertunjukkan. Tetapi kata pemilik panggung boneka itu, bila tidak ada penonton yang datang lagi. Maka pertunjukkan akan dibatalkan. Tentu saja Arga senang bukan main saat Bondi sekeluarga datang.

Wahtadi aku ke-GR-an … ! “, kata Bondi malu sendiri.

Ia sempat heran, tapi akhirnya mengerti sendiri ….Tak urung kejadian itu membuat geli sendiri.

Inikah rasanya menjadi orang terkenal ….. ?????

Karya : Tungky

Desember 2003


Satu lagi cerpen anak karya ku yang dimuat pada majalah rohani umat Katholik HIDUP. Pada edisi No 03 Tahun ke - 61 - 21 Januari 2007.

Ada rasa bahagia juga bangga manakala tiap cerpen anak ku berhasil dimuat ...........



Tidak ada komentar:

Maukah Memberi Saran ?

Ada kesalahan di dalam gadget ini